Membatalkan keraguan dan kebohongan
Masalah makhluk hanya teratasi oleh Allah SWT semata tanpa dapat dibantah atau disanggah oleh kemampuan akal manusia. Apabila ada orang yg berpendapat bahwa alam ini tercipta secara kebetulan (terutama para atheis), maka pendapatnya jelas salah dan tidak berdasar, karena hukum kebetulan tidak mungkin dapat menimbulkan keteraturan yg akurat dan langgeng, sebagaimana akurat dan langgengnya hukum alam yg tidak pernah berubah atau rusak sejak jutaan tahun lalu.
Dan kalau ada juga ilmuwan yg berkata bahwa alam semesta ini berasal dari partikel2 beku yg kemudian bergerak utk saling berkumpul dan menyatu, maka kita boleh bertanya kepada mereka, siapakah yg menciptakan dan menggerakkan partikel-partikel itu????
Kalau mereka berkata nahwa kehidupan dimulai dgn satu sel air akibat dari reaksi kimia, maka kita dpt bertanya kepada mereka, siapak yg menciptakan reaksi kimia tersebut sehingga sel tercipta?????
Terhadap masalah ini kita tidak akan membuka arena debat sengit dengan mereka. Kita hanya akan berkata kepada mereka ttg suatu keajaiban yg datang dari Allah SWT Yang Maha Pencipta bahwa sebelum manusia tercipta, Dia telah mengabarkan akan datangnya makhluk bernama manusia tsb serta menjelaskan bahwa siapa saja yg mengingkari Allah SWT termasuk golongan sesat.
Allah SWT berfirman:
“Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku mengambil orang-orang yg menyesatkan itu sebagai penolong” (QS. Al-Kahfi 51)
Siapakah yg datang utk menyesatkan manusia dgn mengemukakan pandangan-pandangan serta anjuran-anjuran dusta ttg awal mula terciptanya langit, bumi, dan manusia? Siapakah yg berasumsi bhw manusia berasal dari kera?
Sungguh ini suatu teori yg penuh dgn kebodohan. Kita tdk pernah menyaksikan tanda-tanda adanya perubahan kera menjadi manusia. Kalau manusia merupakan hasil evolusi dari kera, mengapa dari dahulu kala kera-kera itu tetap kera dan tidak pernah berubah menjadi makhluk yg lebih tinggi tingkatannya?
Kenapa kera-kera jaman sekarang tidak berubah menjadi manusia seperti yg dialami nenek moyangnya yg terdahulu?
Tanpa perlu memasuki perdebatan yg tidak ada faedahnya, kita katakan kepada mereka semua bahwa teori-teori mereka yg salah dan menyesatkan justru telah membenarkan apa yg tercantum dalam Al-Quran, bahwa akan ada manusia yg menyesatkan (manusia lain) sehubungan dgn penciptaan langit, bumi, dan manusia. Kini mereka telah benar-benar datang dan menyesatkan, sesudah berlalu beberapa abad dari turunnya Al-Quran. Namun sungguh ajaib sekali ternyata teori-teori mereka yg sesat itu malahan semakin menguatkan bukti-bukti ttg kebenaran Al-Quran.
Kita boleh bertanya kepada setiap orang yg tidak mengakui Allah SWT sebagai pencipta segala makhluk. Apakah anda menyaksikan penciptaan makhluk itu? Apabila jawabannya: “tidak”, kita katakan kepada mereka: “kalau begitu untuk apa anda berdebat?”.
Allah SWT sendirilah yg berfirman bahwa Dia-lah pencipta segala makhluk, sementara itu tidak ada seorangpun yg mengklaim dirinya sebagai pencipta. Padahal terhadap benda-benda yg secuilpun apabila itu hasil buatan manusia maka tidak segan-segan orang yg bersangkutan mengumumkannya, dan ttg benda hasil ciptaan beserta orang yg membuatnya tsb diberitakan dimana-mana.
Pencipta segala sesuatu
Apabila penemu bola lampu telah berusaha agar diseluruh dunia mengenal dirinya, nama, riwayat hidup, dan kisah penemuannya, apakah pencipta matahari lalai sehingga tidak memberitahukan kepada kita bahwa Dia-lah penciptanya? Dan apakah ada kekuatan lain (di luar manusia) yg menciptakannya, tidak logiskah apabila Dia mengumumkan ttg jati dirinya?
Kenyataannya sampai sekarang tidak ada seorang pun (makhluk) yg mengaku sebagai pencipta langit, bumi, dan manusia, kecuali Allah SWT. Sampai-sampai orang kafir pun tidak dapat membantah ttg hakikat ini. Oleh karena itu Allah SWT berfirman:
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yg menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yg benar)”. (QS. Al-‘Ankabut 61)
“Dan jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yg menurunkan air dari langit, lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”. (QS. Al-‘Ankabut 63)
Ayat-ayat ini diturunkan utk menunjukkan bagaimana pandangan orang-orang kafir dan musyrik ttg Allah SWT. Ternyata meskipun mereka kafir dan musyrik, mereka tdk membantah ttg hakekat penciptaan alam dan manusia (hati mereka pasti terbersit bahwa mereka manyadari kalau mereka tidak mampu melakukan ini semua).
Namun masalahnya tidak berhenti pada alam saja, akan tetapi meluas kepada apa yg terdapat di dunia termasuk apa-apa yg dapat ditundukkan oleh kemampuan manusia.
Firman Allah SWT:
“(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Rabb kamu, tidak ada ilah selain Dia. Pencipta segala sesuatu, sebab itu sembahlah Dia, dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu”. (QS. Al-An’aam 102)
Pencipta segala sesuatu di sini berarti tidak ada sesuatu dalam alam wujud (dhahir) ini kecuali Allah-lah Yang Maha Penciptanya ,murni mutlak HANYA DIA SAJA YG BERHAK DISEMBAH, YANG MAHA ESA
Kayu yg dipakai utk bahan bangunan dan perabot rumah tangga, diambil dari hutan yg ditanam oleh generasi terdahulu dst sampai kepada asal mula kayu yg pertama.
Siapakah pencipta pohon kayu yg pertama? Adakah manusia yg mengaku dirinya sebagai pencipta pohon kayu? Ternyata tdk ada satupun yg mengakuinya kecuali Allah SWT.
Wallaahu a’lam.